MAKALAH
STRATEGI MENGAJAR

Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Psikologi Pendidikan
Dosen Pengampu : Muzdalifah, M.Si





Disusun Oleh :

1. M. Fiqih Febriandi 1310110235

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
JURUSAN TARBIYAH / PAI
TAHUN 2017

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

        Di zaman sekarang ini, para pendidik masih belum bisa menguasai strategi mengajar yang tepat untuk peserta didik. Mengajar pada hakikatnya merupakan suatu proses, yaitu proses mengatur dan mengorganisasikan lingkungan yang ada di sekitar siswa sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong siswa melakukan proses belajar. Agar proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan yang di harapkan, dibutuhkan straegi mengajar yang tepat, sesuai dengan kapasitas siswa.
Dalam hal ini kami akan membahas tentang beberapa strategi yang digunakan untuk mengajar. Strategi mengajar yang akan menambah pengetahuan para pendidik untuk melakukan strategi mengajar yang tepat untuk peserta didiknya.


B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengertian strategi mengajar?
2. Apa saja macam-macam strategi mengajar?
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Strategi Mengajar
            Secara harfiah, kata “strategi” dapat diartikan sebagai seni (art) melaksanakan stratagem yakni siasat atau rencana (McLeod, 1989). Banyak padanan kata “strategi” dalam bahasa Inggris, dan yang dianggap relevan dengan pembahasan ini ialah approach (pendekatan) dan kata procedure (tahapan kegiatan).
            Dalam perspektif psikologi, kata strategi yang berasal dari bahasa yunani itu, berarti rencana tindakan yang terdiri atas seperangkat langkah untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan. Seorang pakar psikologi pendidikan Australia, Michael J. Lawson (1991) mengartikan strategi sebagai prosedur mental yang berbentuk tatanan langkah yang menggunakan upaya ranah cipta untuk mencapai tujuan tertentu.
        Tardif (1989) mendefinisikan mengajar secara lebih sederhana tetapi cukup kemprehensif dengan menyatakan bahwa mengajar itu pada prinsipnya adalah “any action performed by an individual ( the teacher) with the intention of facilitating learning in another individual ( the learner)” Artinya, mengajar adalah perbuatan yang dilakukan seseorang  ( dalam hal ini guru) dengan tujuan membantu atau memudahkan orang lain ( dalam hal ini siswa) melakukan kegiatan belajar.
Selanjutnya, berdasarkan pertimbangan arti-arti tersebut di atas, maka strategi mengajar (teaching strategy) dapat didefinisikan sebagai sejumlah langkah yang direkayasa sedemikian rupa untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Sebuah strategi mengajar dapat berlaku umum bagi semua guru bidang studi selama orientasi sasarannya sama. Sebagai contoh untuk memeroleh perhatian siswa yang sedang mengikuti uraian pelajaran secara lisan(metode ceramah) guru dapat melakukan peragaan. Lalu peragaan ini diikuti siswa laki-laki, kemudian oleh siswa perempuan. Alternatif strategi lainnya pun dapat diambil guru, misalnya dengan penyajian kisah-kisah dramatis sebagai selingan ceramahnya.
            Dibandingkan dengan metode mengajar, strategi mengajar sebenarnya masih relatif baru dalam dunia pengajaran. Ia baru mulai populer setelah Hilda Taba pada tahun 1960-an menjelaskan kiat-kiat khusus mengajarkan kecakapan berpikir untuk anak-anak. Strategi mengajar seperti yang telah disinggung sebelum ini, tidak terlepas dari metode mengajar, karena merupakan kiat praktis yang dipakai guru untuk mengajarkan materi pelajaran tertentu dengan metode mengajar tertentu pula seperti metode ceramah, metode ceramah plus, dan sebagainya.
               Menurut Newman dan Logan, strategi dasar dari setiap usaha akan mencakup keempat hal sebagai berikut:
  1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (output) seperti apa yang harus dicapai dan menjadi sasaran usaha itu, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
  2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama manakah yang dipandang paling ampuh (effective) guna mencapai sasaran tersebut.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah mana yang akan ditempuh sejak titik awal sampai kepada titik akhir di mana tercapainya sasaran tersebut.
  4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur dan patokan ukuran yang bagaimana dipergunakan dalam mengukur dan menilai taraf keberhasilan usaha tersebut.


2. Macam-macam strategi mengajar
             A. Strategi Mengajar SPELT
               Dalam dunia pendidikan dan pengajaran modern terdapat cukup banyak strategi yang khusus dirancang untuk mengajar dengan materi tertentu hingga mencapai kecakapan yang diinginkan.
                  Sesuai dengan namanya strategi SPELT tadi sengaja direkayasa untuk memperbaiki dan meningkatkan keefektivan belajar dan berpikir siswa. Terutama yang menduduki kelas akhir sekolah dasar dan kelas-kelas sekolah menengah. Secara eksplisit tujuan strategi ini ialah membuat siswa menjadi :
  1. Penuntut ilmu yang aktif sebagai pemikir dan pemecah masalah.
  2. Penuntut ilmu yang mandiri, memiliki rencana dan strategi sendiri yang efisien dalam mendekati belajar.
  3. Penuntut ilmu yang lebih dasar akan kemampuan pengendalian proses berpikirnya sendiri.

          Dalam melaksanakan strategi SPELT, guru perlu mengikuti tiga macam langkah panjang dan terpisah dalam arti mengambil waktu yang berbeda tetapi berurutan, yakni :
  1. Direct strategi instruction (pengajaran dengan strategi langsung).
  2. Teaching for transfer (mengajar untuk mentransfer strategi).
  3. Generating elaborative strategies (pembangkitan strategi belajar siswa yang luas dan terperinci).

B. Strategi Active Learning
          Menurut Ujang Sukanda adalah cara pandang yang menganggap belajar sebagai kegiatan membangun makna atau pengertian terhadap pengalaman dan informasi yang dilakukan oleh siswa, bukan oleh guru, serta menganggap mengajar sebagai kegiatan menciptakan suasana yang mengembangkan inisiatif dan tanggung jawab belajar siswa, sehingga berkeinginan terus unutk belajar selama hidupnya, dan tidak bergantung kepada guru atau orang lain apabila mereka mempelajari hal hal yang baru.
              Menurut Melvin L. Silberman, Strategi Active Learning merupakan sebuah kesatuan sumber kumpulan strategi pembelajaran yang komprehensif, meliputi berbagai cara unutk membuat peserta didik menjadi aktif.
           Untuk menerapkan Strategi Active Learning dalam proses belajar mengajar, hakikat Strategi Active Learning dapat dijabarkan kedalam prinsip prinsip yang dapat diamati berupa tingkah laku. Prinsip prinsip Strategi Active Learning adalah tingkah laku mendasar yang selalu tampak dan menggambarakan keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar baik keterlibatan mental, intelektual, maupun emosional yang dalam banyak hal dapat diisyaratkan langsung dalam berbagai bentuk keaktifan fisik.
             Komponen komponen pendekatan Active Learning terdiri atas :
  1. Pengalaman
  2. Siswa akan belajar banyak melalui perbuatan. Pengalaman langsung mengaktifkan lebih banyak indra dari pada melalui pendengaran.
  3. Interaksi
  4. Belajar akan berlangsung dengan baik dan meningkatkan kualitasnya apabila berdiskusi, saling bertanya dan mempertanyakan dan atau saling menjelaskan.
  5. Komunikasi
  6. Pengungkapan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tulisan, merupakan kebutuhan siswa dalam mengungkapkan dirinya untuk mencapai kepuasan.
  7. Refleksi

            Apabila siswa mengungkapkan gagasannya kepada orang lain dan mendapatkan tanggapan, ia akan merenungkan kembali gagasannya, kemudian melakukan perbaikan sehingga memiliki gagasan yang lebih mantap. Refleksi dapat terjadi sebagai akibat dari interaksi dan komunikasi.

C. Ceramah Sebagai Strategi Mengajar
          Metode ceramah adalah cara penyampaian bahan pelajaran dengan komunikasi lisan. Metode ceramah ekonomis dan efektif untuk keperluan penyampaian informasi dan pengertian.
Seperti halnya yang dikemukakan oleh Sinarno Surakhmad M. Ed, yang dimaksud dengan ceramah sebagai metode mengajar ialah penerangan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelasnya. Selama berlangsungnya ceramah, guru bisa menggunakan alat-alat pembantu seperti gambar-gambar bagan agar uraiannya menjadi lebih jelas. Sedangkan peranan murid dalam metode ceramah yang penting adalah mendengarkan dengan teliti dan mencatat yang pokok-pokok yang dikemukakan oleh guru.


D. Strategi ekspositori klasikal
           Dalam strategi ekspositori klasikal, guru lebih banyak menjelaskan pesan yang sebelumnya telah diolah sendiri, sementara siswa lebih banyak menerima pesan yang telah jadi.

E. Strategi heuristik
            Terdapat dua sub strategi belajar mengajar pada strategi heuristik, yaitu discovery dan inquiry, kadang-kadang disebut juga metode diskoveri dan inkuiri atau metode penemuan. Sund (1975) mengemukakan bahwa discovery adalah proses mental, dimana individu mengasismilasi konsep dan prinsip. Inquiry mengandung proses-proses mental yang lebih tinggi tingkatannya daripada discovery, misalnya merumuskan problema, merancang eksperimen , melakukan eksperimen, menganalisis data, dan menarik kesimpulan yang disertai sikap objektif. Jadi inkuiri adalah perluasan proses diskoveri yang digunakan dengan cara yang lebih terbuka.

F. Simulasi
         Simulasi adalah tiruan atau perbuatan yang hanya pura-pura saja (dari fakta simulate yang artinya pura-pura atau berbuat solah-olah, dan Simulation artinya tiruan atau perbuatan yang pura-pura saja).
             Tujuan Simulasi:
  1. Melatih ketrampilan tertentu, baik yang bersifat profesiaonal maupun bagi kehidupan sehari-hari.
  2. Untuk melatih pemahaman tentang suatu konsep dan prinsip.
  3. Untuk pelatihan memecahkan masalah.


BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Strategi mengajar (teaching strategy) dapat didefinisikan sebagai sejumlah langkah yang direkayasa sedemikian rupa untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu.
Menurut Newman dan Logan, strategi dasar dari setiap usaha akan mencakup keempat hal sebagai berikut:
  1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (output) seperti apa yang harus dicapai dan menjadi sasaran usaha itu, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
  2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama manakah yang dipandang paling ampuh (effective) guna mencapai sasaran tersebut.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah mana yang akan ditempuh sejak titik awal sampai kepada titik akhir di mana tercapainya sasaran tersebut.
  4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur dan patokan ukuran yang bagaimana dipergunakan dalam mengukur dan menilai taraf keberhasilan usaha tersebut
  5. Macam-Macam Strategi Mengajar: Strategi Mengajar SPELT, Strategi Active Learning, Ceramah Sebagai Strategi Mengajar,, Strategi ekspositori klasikal, Strategi heuristic dan Simulasi.



DAFTAR PUSTAKA
           Abin Syamsuddin Makmun, Psikologi Kependidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009
           Hamdani, Strategi Belajar Mengajar, Bandung: CV Pustaka Setia, 2011

          Hasibuan, Proses Belajar Mengajar, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009

        Melvin L. Silberman, Active Learning: 101 Cara Belajar Siswa Aktif, Bandung: Nusamedia, 2006

           Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011
Ujang Sukanda, Belajar Aktif dan Terpadu, Surabaya: Duta Graha Pustaka, 2003

            Suryosubroto, Proses Belajar Mengajar di Sekolah, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2009

             Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Rajawali Pers, 2013

Komentar